You are here::
 
 

Kunjungan Kerja Perdana Ke Pengadilan Agama Bulukumba

E-mail Print PDF

Edisi : I

Tanggal 01/03/2013

 

Kunjungan Kerja Perdana Ke Pengadilan Agama Bulukumba

Oleh :

H. Alimin Patawari

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

kunkerbulukumba1 Selasa 12 Pebruari 2013 selesai Shalat dhuhur , bersama Panitera / Sekretaris PTA Drs. Agus Zainal Mutaqien, SH . saya meluncur menuju Pengadilan Agama Bulukumba yang berjarak sekitar 150Km dari kota Makassar untuk melakukan kunjungan kerja perdana setelah dilantik sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar 18 September 2012 Tahun lalu. Kunjungan kerja ini tentunya disamping sebagai kunjungan Silaturahmi dengan keluarga besar Pengadilan Agama Bulukumba, juga menyempatkan waktu untuk melakukan pembinaan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama, sekaligus melakukan monitoring pelaksanaan Tugas Pengadilan Agama Bulukumba baik tugas Teknis Yustisial maupun administrasi lainya.

Kegiatan kunjungan kerja seperti ini adalah kegiatan rutin dan wajib dilakukan oleh pimpinan Pengadilan Tinggi Agama, baik sifatnya pengawasan pembinaan maupun inspeksi mendadak kepada suatu Pengadilan Agama tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kali ini kunjungan kerja yang saya lakukan sifatnya biasa saja sebagai program rutin yang lazim dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama ke Pengadilan Agama dalam wilayah hukumnya.

Saya sangat menyadari bahwa kunjungan silaturahmi antara yang pimpinan dan yang dipimpin sangat diperlukan dalam rangka menjalin komunikasi dan koordinasi tukar informasi dan saling mengingatkan serta melihat langsung sejauh mana kondisi nyata, baik kondisi yang terkait dengan sumber daya manusia, maupun persoalan dan kendala yang di hadapi dalam tugas sehari – hari .

Melihat Gedung Kantor Pengadilan Agama Bulukumba yang begitu megah yang dibangun sesuai standar bangunan Peradilan, dengan penataan halaman yang apik,bersih dan sejuk dipandang mata, terasa menyejukkan hati. dan saya berharap semoga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pencari keadilan juga menyejukkan. Saya sengaja masuk kantor lewat belakang tanpa diketahui oleh Ketua Pengadilan Agama Bulukumba, untuk melihat dan bertemu langsung dengan para pihak berperkara serta berdialog dengan mereka tentang sejauh mana pelayanan yang diberikan oleh aparat Pengadilan Agama, baik pada saat mengajukan gugatan sampai persidangan, umumnya mereka menyatakan puas dengan pelayanan Pengadilan Agama Bulukumba. Penataan ruangan cukup bagus dan antara pihak dengan aparat pengadilan tidak ada akses yang menghubungkan, kecuali petugas yang ditunjuk. Penyediaan sarana informasi juga memadai, dengan adanya TV media yang dipasang WEBSITE Pengadilan Agama Bulukumba yang menginformasikan tentang jadwal dan jam persidangan para pihak, sehingga dengan sangat mudah para pihak yang berperkara lebih mudah mengetahui, jam berapa sidangnya, nomor urut panggilan , dan siapa Hakim yang mengadili Perkaranya.

kunkerbulukumba2Saya mengelilingi ruangan demi ruangan yang juga tertata rapi,memasuki ruang mediasi, ruang tunggu, ruang sidang, dan lain – lain ,sampai akhirnya saya menengok loket – loket kasir tempat penerimaan panjar biaya perkara sekaligus tempat penembalian sisa uang perkara, yang menurut saya sudah sangat memadai. puas dengan pemandangan mengelilingi ruangan demi ruangan, baru saya masuk ruang pimpinan Pengadilan ( Ketua dan Wakil Ketua ) dan ruangan Panitera / Sekretaris, sementara Pak Agus ( Pansek PTA Makassar ) masih membolak – balik berkas administrasi pengadilan sebagai bahan evaluasi saat pertemuan pembinaan nantinya.

 Saya di ruangan Ketua Pengadilan Agama Bulukumba, Bapak Hudrin Husein yang baru 3 ( tiga ) bulan menjabat sebagai Ketua PA Bulukumba berbincang – bincang tentang berbagai hal yang terkait dengan perkembangan dan pembinaan Pengadilan Agama Bulukumba ke depan, kendala yang dihadapi, permasalahan yang perlu ditemukan solusinya,dan hal lainnnya termasuk keadaan rumah tangga, para Hakim / Aparat Pengadilan Agama Bulukumba. pembicaraan ini terhenti setelah acara pembinaan kepada seluruh aparat Pengadilan Agama Bulukumba dimulai jam 11:00 segera dimulai. dengan mengambil tempat di ruangan sidang utama Pengadilan Agama Bulukumba diadakan pertemuan pembinaan sekaligus pemaparan temuan – temuan yang dilakukan oleh Pak Agus.

Pertemuan ini diawali dengan sambutan Ketua Pengadilan Agama Bulukumba yang melaporkan kondisi terakhir Pengadilan Agama Bulukumba, baik tentang tugas teknis Yustisial, khususnya dengan penyelesaian perkara maupun kondisi secara umum, adminitrasi perkantoran baik administrasi peradilan maupun administrasi umum. Setelah itu dilanjutkan dengan paparan temuan Pansek PTA Makassar, yang mengemukakan bahwa walaupun pelaksanaan TUPOKSI Pengadilan Agama Bulukumba sudah bagus, namun masih perlu lebih ditingkatkan lagi pada waktu – waktu yang akan datang.

Misalnya saja dalam laporan bulanan, telah dilaporkan perkara yang telah selesai diminutasi dalam tenggang waktu 14 hari, ternyata masih ditemukan perkara yang diputus dilaporkan telah selesai diminutasi tapi sesuai hasil temuan belum selesai diminutasi dan masih banyak hal lainnya yang kelihatannya mungkin dianggap sepele dan tidak terlalu penting tapi tidak sesuai standar baku dan aturan yang ada.

Hal yang terkait dengan penyelesaian perkara tak mengalami hambatan,karena tenaga Hakim maupun tenaga Panitera Pengganti ,masih memadai jika dibandingkan dengan volume perkara yang diterima setiap bulannya sehingga tunggakan perkara tidak terlalu berarti, hanya saja pemanfaatan SIADPA Plus, masih perlu dibenahi baik sarana maupun prasarana penunjang pengoprasian SIADPA secara optimal.Setelah Pak Agus selesai memaparkan temuan – temuannya, giliran saya memberikan arahan – arahan berupa pembinaan kepada aparat Pengadilan Agama bulukumba, yang intinya mengharapkan agar Pengadilan Agama Bulukumba harus lebih maju dan lebih baik lagi di waktu yang akan datang

Saya mengharapkan agar kita senantiasa berupaya mencapai kesempurnaan dalam pelayanan publik tentunya dengan perbaikan perbaikan yang terpadu dan terus – menerus untuk mencapai hal tersebut perlu ada komitmen bersama untuk mencapai kesempurnaan. Kita perlu sepakat bahwa untuk menuju ke arah yang lebih baik kita harus mengembangkan saling memiliki, artinya bahwa Lembaga Peradilan ini milik kita semua, bukan milik pak Ketua Pengadilan Agama atau Pak Pansek saja, sehingga diperlukan semangat kembersamaan , semangat kekeluargaan dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya, dan yang paling penting saya katakan bahwa kita semua dari jajaran teratas sampai ke bawah menjaga amanah dan meningkatkan profesionalisme dan keahlian di bidang masing – masing.

kunkerbulukumba3Di akhir pembinaan / pengarahan saya tekankan “opportunity integrity” atau integritas pribadi, dengan mentaati kode etik ( PPH ) bagi hakim dan pedoman perilaku aparatur peradilan bagi yang lainnya, dan untuk mewujudkan integritas itu harus dilalui dengan cara selalu menjunjung tinggi kejujuran ( honesty ) serta melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai ketentuan dan tuntutan tugas pokok dan fungsi kita.

Kurang lebih satu jam saya berbicara tentang banyak hal, masuk sesi terakhir di adakan dialog dengan aparat Pengadilan Agama Bulukumba dan mendengarkan unek – unek dan keinginan mereka masing – masing , yang kira – kira jika antara lain intinya adalah masalah TPM yang selalu menjadi pertayaan pokok dan menarik untuk selalu dipertanyakan. Mungkin disebabkan oleh karena bnyaknya rekan – rekan Hakim yang berasal dari luar daerah Sulawesi Selatan yang harus terpisah dengan keluarga mereka ( Suami + anak ) seperti ada Hakim yang berasal dari Gorontalo yang sudah cukup lama bertugas di Pengadilan Agama Bulukumba, yang sudah kepingin Mutasi dalam rangka penyegaran dan syukur katanya jika bisa ke Gorontalo atau setidak – tidaknya dekat dengan keluarganya, yang lainnya ada yang berasal dari Kalimantan Selatan ( Amuntai ) tapi sudah merasa kerasan tinggal di Bulukumba karena sudah membawa istri dan anaknya.

Dan masih banyak lagi usul – usul yang disampaikan kepada saya , seperti pertanyaan kapan Panitera Pengganti disesuaikan tunjangannya, sama halnya dengan Hakim, sebuah pertanyaan yang saya sendiri tidak bisa memberi jawaban, karena sudah menjadi masalah “orang – orang di atas “ dan bukan tugas KPTA untuk menjawabnya. Saya hanya bisa menyatakan bahwa masalah ini sudah ada yang memikirkannya, jadi tidak perlu lagi kita pikirkan dan kita hanya bisa berdoa semoga dalam waktu tidak terlalu lama penyesuaian tunjangan kepaniteraan dan kesekretariatan bisa – bisa jadi kenyataan. Yang penting saya katakan bahwa tugas kita adalah meningkatkan kinerja kita dalam pelayanan publik, pasti remunerasi juga akan ditingkatkan.

Saya mohon maaf kepada kawan – kawan di Pengadilan Agama Bulukumba karena tidak bisa berlama – lama di sini karena masih ada tugas lain yang harus diselesaikan, yaitu melanjutkan perjalanan ke Pengadilan Agama Bantaeng untuk tujuan yang sama. ( A.P )