You are here::
 
 

Kunjungan Kerja Ke Pengadilan Agama Bantaeng

E-mail Print PDF

Edisi : II

Tanggal 04/03/2013

 

KUNJUNGAN KERJA KE PENGADILAN AGAMA BANTAENG

Oleh :

H. Alimin Patawari

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

kunkerbantaeng1Selesai Kunjungan kerja di Pengadilan Agama Bulukumba, Pukul 15:00 Tanggal 13 Pebruari 2013 saya melanjutkan perjalanan ke Bantaeng yang berjarak kurang lebih sekitar 30 Km dari Bulukumba yang bisa ditempuh tidak sampai satu jam. tapi karena tertarik dengan keindahan alam pantai perbatasan Bulukumba dengan Bantaeng, saya sengaja singgah melepas lelah di sebuah tempat wisata pantai yang bernama Pantai Marina.

 

Setelah itu melanjutkan perjalanan dan tiba di Bantaeng sebelum Maghrib, malam harinya tidak ada kegiatan selain makan bersama Ketua Pengadilan Agama Bantaeng Pak Ramli, HT, sambil diskusi kecil tentang keadaan kantor Pengadilan Agama Bantaeng dan pelaksanaan tugas pokoknya. Selesai makan , saya istirahat di penginapan sambil mempersiapkan acara pertemuan dengan jajaran Pengadilan Agama Bantaeng besok harinya ( 14 - 02 - 2013 )

Kota lama dengan nama lain kota Butta Toa, walaupun termasuk kota kecil, namun kebersihan kota sangat mengagumkan, karena hampir di semua sudut kota tidak kelihatan sampah. demikian pula dengan Pengadilan Agama Bantaeng yang terletak di jalan strategis berdampingan dengan kantor DPRD kota Bantaeng dan kantor Bupati Bantaeng , gedung Pengadilan Agama juga sudah standar karena dibangun dengan anggaran DIPA Mahkamah Agung tahun anggaran 2011. tampak dari depan cukup megah dengan halaman yang luas, namun Nampak penataan halamannya masih perlu lebih diperbaiki, artinya pemeliharaan halaman masih kurang terawat.

Saya mengelilingi ruangan demi ruangan yang begitu luas dengan jumlah personil hanya 21 orang ( termasuk Hakim dan staf lainnya ) sehingga banyak ruangan yang mubazir tidak dimanfaatkan secara maksimal , melihat kondisi seperti ini langsung saya memberikan petunjuk – petunjuk bagaimana penataan ruangan yang baik.

Pak Agus menemani saya juga melakukan monitoring pelaksanaan tugas kepaniteraan dengan memeriksa buku register perkara, keuangan dan laporan – laporan bulanan yang akan di ekspos dalam pertemuan tatap muka / pembinaan yang di hadiri oleh semua aparat Pengadilan Agama Bantaeng, sementara saya sendiri masih memasuki ruangan demi ruangan yang nampaknya memerlukan pemeliharaan, karena kelihatan sudut- sudut les plafon sampai jatuh dan tidak segera diperbaiki.

kunkerbantaeng2Setelah peninjauan keliling kantor saya anggap sudah cukup, acara tatap muka dimulai, bertempat di ruang sidang utama, diawali dengan laporan singkat pelaksanaan tugas teknis yustisial dan administrasi yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Bantaeng, dan dilanjutkan dengan ekspos hasil temuan Pak Panitera / Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Makassar. dan terakhir saya menyampaikan pesan dan harapan, bagaimana agar pelayanan kepada pencari keadilan bisa lebih ditingkatkan lagi. untuk mewujudkan pelayanan yang baik, harus diawali dengan kondisi internal yang harus baik, keharmonisan dan soliditas antar warga Pengadilan Agama Bantaeng harus baik, komunikasi dan koordinasi baik internal mauupun eksternal harus dibangun dan dilaksanakan dengan baik .

Pelayanan akan bagus, ketika kita memahami tugas fungsi dan uraian tugas kita masing – masing dalam satu kantor hanya ada satu kebijakan pimpinan ( ketua / wakil dan Pansek ) sementara yang lainnya menjabarkan dan melaksanakan kebijakan tersebut, kesepahaman harus dibangun antara pimpinan dengan Panitera / Sekretaris yang sama – sama berstatus KPA. pimpinan dengan status ketua / wakil ketua pengadilan , dan Panitera / Sekretaris berstatus KPA juga ( Kuasa Pengguna Anggaran ). Jika kedua KPA bisa sepaham,sejalan searah, insya Allah tugas pelayanan dan program akan tercapai dengan baik , dan sebalikanya ketika kedua KPA jalan sendiri- sendiri   maka program tidak akan berjalan bahkan bisa menimbulkan konflik,dan penyimpangan aturan.

Khusus bagi Hakim saya mengharapkan agar menjaga profesionalisme , integritas sebagai Hakim dan banyak belajar tentang masalah teknis baik melalui diskusi internal maupun dengan mengikuti pendidikan formal ke yang lebih tinggi, dan yang tidak kurang pentingnya adalah mentaati kode etik Hakim ( PPH ) .dan kepada seluruh aparat Pengadilan Agama Bantaeng Rais sampai Rasulnya ( istilah Pak Muktianto yang saat ini Waka PTA Ambon ) . artinya mulai pimpinan tertinggi Ketua Pengadilan Agama sampai pesuruh kantor harus bekerja dengan semangat keharmonisan, kebersamaan dan tidak ada yang lebih penting antara satu dengan lainnya. kondisi yang harmonis dan kondusif dalam kantor, akan sangat besar pengaruhnya dalam peningkatan pelayanan publik.

kunkerbantaeng3Ketua Pengadilan Agama Bantaeng walaupun sudah agak berumur, tapi semangatnya sangat tinggi dalam rangka peningkatan pelayanan publik, terbukti pada kata penutupannya, menyampaikan akan segera mengadakan rapat internal dalam rangka menindak lanjuti semua temuan – temuan dan saran yang saya sampaikan dalam tatap muka saat itu.

Saya tidak lupa memohon maaf kepada kawan – kawan di Pengadilan Agama Bantaeng karena banyak menyindir walaupun sebenarnya sindiran itu bisa di artikan sebagai perintah, dan bisa juga diartikan sebagai kritikkan / teguran halus untuk perbaikan ke arah yang lebih baik pada masa yang akan datang. Wassalam ( A.P )