You are here::
 
 

Perjalanan Ke Kota Sutera ( Sengkang )

E-mail Print PDF

Edisi : III

Tanggal 05/03/2013

 

PERJALANAN KE KOTA SUTERA ( SENGKANG )

Oleh :

H. Alimin Patawari

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

 

kunkersengkang1Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan dari Makassar , saya tiba di Sengkang Kabupaten Wajo yang dijuluki dengan Kota Sutera, saya tidak menanyakan lagi apa dan mengapa dijuluiki kota Sutera , karena pasti saja kota ini sebagai tempat produksi kain sutera yang sangat terkenal itu. Tujuan utama ke kota ini sama seperti kunjungan kerja ke kota lain sebelumnya, yaitu ingin memonitoring pelaksanaan tugas dan fungsi Pengadilan Agama di daerah yang menjadi wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Makassar.

 

Saya ditemani oleh Pak Agus ( Panitera / Sekretaris ) Pengadilan Tinggi Agama Makassar, setelah beristirahat semalam sambil menyiapkan bahan- bahan pembinaan besok harinya, Rabu 20 Pebruari 2013, saya menuju kantor Pengadilan Agama Sengkang yang berlamat di jalan Beringin I, lokasi yang kurang strategis karena berada di jalan kecil yang terpencil sehingga tidak gampang menemukan alamatnya. Kesan awal setelah melihat gedung kantor begitu berdiri megah tampak depannya dengan pilar empat dengan taman bunga yang asri. Walaupun nampak agak kotor ( kurang bersih ) tapi tetap menarik untuk dilihat. dengan dipandu oleh Panitera / Sekretaris saya jalan mengelilingi setiap ruangan satu persatu dan karena hari sidang, kelihatannya banyak pencari keadilan menunggu giliran untuk diperiksa perkaranya.

Kesan saya setelah mengamati semua sudut – sudut ruangan, nampak sekali bahwa penataan ruangan gedung ini kurang bagus ( kurang memenuhi syarat standar baku perkantoran ) karena ruangan tidak teratur dan simpang siur , akibatnya sulit untuk menata dan menempatkan aparat pengadilan sesuai tupoksinya misalnya saja, ruangan hakim bertebaran di berbagai sudut campur baur antara pejabat fungsional dan struktural   bahkan lainnya bertebaran, ada yang disayap depan ada sayap belakang dan keadaan ruangan pun pengap dan panas karena tidak ada ventilasi yang memadai. Kondisi seperti ini mempengaruhi kinerja khususnya para Hakim hampir setiap ruangan mengeluhkan pengap dan panasnya ruangan yang walaupun sudah terpasang AC.

kunkersengkang2Keadaan seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu tanpa mencari solusinya karena permasalahan apapun sulitnya jika solusinya tepat, pasti akan selesai. Saya mengatakan bahwa tidak ada istilah tidak bisa, jika kita bersama mencari dan menemukan cara mengatasi kendala dan kondisi ruangan seperti ini. Sudah dari awal pembangunannya sudah salah jadi saat ini kita tidak boleh lagi saling menyalahkan karena jika kita hanya bisa saling menyalahkan maka keadaan tidak akan berubah . kantor yang baru selesai dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit , sebenarnya sempat disesalkan karena dikerjakan hanya asal jadi, tanpa mempertimbangan desain gambar yang baik. Sementara pak Agus mengurusi tentang masalah yang terkait dengan administrasi peradilan khususnya tentang pembukuan keuangan dan penataan arsip perkara, saya masih tetap mengamati sambil berfikir bagaimana mengatasi kondisi seperti ini, sambil menunggu Ketua Pengadilan Agama yang masih sidang, saya rehat di ruang Ketua Pengadilan Agama bersama Wakil Ketua Pengadilan Agama dan Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Sengkang dan mendengarkan apa yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan tugas masing – masing.

Mereka menyampaikan bahwa perkara yang diterima setiap bulan melebihi 150 perkara dengan berbagai jenis / macamnya, dengan jumlah Hakim saat ini 12 orang dan Panitera Pengganti 8 orang, 1 jurusita / pengganti 1 orang, kendala yang dihadapi adalah sarana peralatan teknis penerapan SIADPA Plus belum ada. ( pengadaan tahun anggaran 2013 sudah siap ) tapi masih diblokir tanda bintang sehingga pengadaannya tertunda, jika tahun ini sudah berfungsi maka penyelesaian perkara bisa teratasi, artinya peyelesaiannya bisa lebih cepat, lebih mudah, lebih sederhana sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih memuaskan. hambatan lainnya adalah tenaga listrik, walaupun sudah memiliki daya yang cukup besar, tapi sarana yang menghubungkan ke lokasi kantor yang terpencil menyebabkan daya besar itu tidak dapat dipakai secara optimal, akibatnya Air Conditioner tidak berfungsi dengan baik.

Ketua Pengadilan Agama Sengkang DR. Hj. Harijah Damis, SH., MH. Selesai memimpin sidang beberapa perkara walaupun nampak kelelahan, namun tetap energik, mengisyaratkan agar seluruh Hakim, karyawan / karyawati memasuki ruang sidang utama dalam rangka tatap muka dengan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar , yang memang baru kali pertama mengunjungi Pengadilan Agama Sengkang setelah dilantik kurang lebih tiga bulan yang lalu.

Acara pertemuan seperti lazimya diawali dengan laporan Ketua Pengadilan Agama Sengkang tentang keadaan Pengadilan Agama Sengkang yang dipimpinnya sejak satu tahun terakhir, laporan yang intinya tentang kondisi fisik kantor, ruangan kerja, masalah penyelesaian perkara, administrasi peradilan dan administrasi umum lainnya.

kunkersengkang3Sebenarnya walaupun tidak dilaporkan kondisi gedung yang pengap dengan ruangan – ruangan yang tertata tak teratur ,saya sudah menyaksikan sendiri keadaan kantor yang pintu masuk dan keluar kemana bisa menyesatkan. Setelah itu paparan pak Agus tentang temuan – temuannya yang penting ditindak lanjuti dan diselesaikan. Sama seperti di Pengadilan Agama lainnnya yang sudah dikunjungi, masih ada temuan tentang laporan – laporan yang dianggap fiktif, karena tidak sesuai dengan kenyataan antara surat laporan dengan temuan di lapangan. contoh misalnya, laporan bulan januari 2013 tertulis bahwa perkara tekah diminutasi, ternyata dalam kenyataan dalam monitoring , perkara dimaksud belum diminutasi.

Selesai memaparkan hasil temuan pak Agus, Ketua Pengadilan Agama Sengkang mempersilahkan saya menyampaikan pengarahan dan petunjuk- petunjuk dalam melaksanakan TUPOKSI dengan baik. Ada beberapa hal yang saya sampaikan sebagai pesan- pesan dan harapan- harapan kepada seluruh aparat Pengadilan Agama Sengkang , dalam perbaikan pelayanan kepada para pencari keadilan.

Saya mengawali tatap muka dengan menyegarkan ingatan apa yang menjadi visi dan misi Mahkamah Agung yaitu Mewujudkan Peradilan yang Agung dan untuk mewujudkan visi dan misi itu menjadi kenyataan salah satu fokus yang perlu diperhatikan bersama adalah SDM yang berkualitas, berintegritas disamping fokus lainnya seperti penyelenggaraan persidangan yang efektif, efisien transparan dan akuntabel. hal ini penjabarannya dalam Cetak Biru Mahkamah Agung 2010 – 2035.

Berdasarkan peraturan Presiden No.81 tahun 2010 yang berisi pedoman Reformasi Birokrasi, dan peraturan Menpan No.20 tahun 2010 tentang Road Map ( petunjuk jalan ) Reformasi Birokrasi 2010 – 2014 , dan ditindak lanjuti oleh Mahkamah Agung yang paralel dengan tim pembaharuan peradilan. Menerbitkan SK Ketua Mahkamah Agung No.71 tahun 2011 tentang Reformasi Birokrasi di Mahkamah Agung. Khusus di lingkungan Peradilan Agama yang berkomitmen untuk melaksanakan Reformasi Birokrasi di Peradilan Agama diterbitkan SK Direktur Jenderal No.0014/ DJA / SK / 2011, tanggal 11 Mei 2011 yang memuat tentang program prioritas pembaruan meliputi 8 program yaitu ; penyelesaian perkara, manajemen SDM, pengawasan, pengelolaan Website, pelayanan meja informasi, pelayanan publik dan implementasi SIADPA Plus serta “Justice for All” ( prodeo, sidang keliling dan Posbakum ) .

Saya berharap agar semua aparat Pengadilan Agama di Sulawesi selatan dan Barat khususnya Pengadilan Agama Sengkang, untuk berkomitmen utntuk melakasanakan program tersebut dengan baik. pada kesmpatan tatap muka itu, saya mengingatkan kembali tentang implementasi Pedoman Perilaku Hakim ( PPH ) dalam kehidupan sehari – hari, baik dalam kedinasan maupun diluar kedinasan.

Terakhir saya sampaikan tentang masalah pengawasan internal agar supaya memberdayakan para Hakim sebagai pengawas bidang dan mengevaluasi hasil temuannya setiap rapat koordinasi bulanan. hal ini diperlukan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeliruan dan kesalahan dan bahkan penyimpangan akan cepat diminimalisir, dan kalau pun nantinya jika Hakim Tinggi Pembina / Pengawas turun dari Pengadilan Tinggi Agama ke Pengadilan Agama Sengkang tidak akan ada temuan yang berarti.

Terima kasih kepada kawan – kawan di Pengadilan Agama Sengkang, mohon maaf dan harus diingat bahwa tugas kita ke depan akan semakin berat, karena volume perkara semakin hari semakin bertambah, dan masyarakat kita semakin kritis.

Karena begitu cairnya suasana, maka tidak terasa sudah waktunya makan siang yang rasanya tidak nyaman jika undangan Ibu Ketua untuk makan saya abaikan , walaupun sebenarnya saya dan pak Agus tidak ingin merepotkan kawan – kawan. Saking asyiknya obrolan , saya malah lupa mampir di toko sutera yang terkenal di kota Sengkang untuk mencari oleh – oleh berupa batik sutera. ( A.P )