You are here::
 
 

"Watansoppeng" Kota di Atas Bukit

E-mail Print PDF

Edisi : VIII

Tanggal 24/04/2013

 

“ WATANSOPPENG “

KOTA DI ATAS BUKIT

Oleh :

H. Alimin Patawari

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

soppeng

 

Keinginan untuk melakukan kunjungan kerja ke Pengadilan Agama Watansoppeng untuk kesekian kalinya tertunda karena kesibukan pekerjaan tugas dinas lainnya, namun pada tanggal 16 April 2013 keinginan tersebut baru terwujud setelah tujuh bulan bertugas di wilayah Sulawesi Selatan. Kota yang berjarak sekitar 174 Km dari kota Makassar bisa di tempuh dari berbagai jalur. Saya menempuh jalur panjang melalui pantai selatan Sulawesi Selatan menyusuri beberapa kota,seperti Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Bone dan Kota Watansoppeng sebagai kota terakhir dalam kunjungan kerja kali ini.

Saya tiba di Soppeng sekitar pukul 14 : 00 siang ( Selasa 16/04/2013 ) dan langsung menuju kantor Pengadilan Agama Watansoppeng yang beralamat di jalan Salotungo, dan diterima oleh Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng Bapak Drs. H. Abd. Razak, SH., MH. Dan ibu wakil Ketua Pengadilan Agama, Dra. Hj. Nadirah Basir, SH., MH. Pertemuan dengan rekan – rekan Hakim lainnya di ruang Ketua Pengadilan Agama, dan saking asyiknya pertemuan yang pertama kali ini, sehingga sampai lupa untuk makan siang yang sudah disediakan oleh rekan – rekan. perjalanan yang cukup jauh ini, terasa sangat melelahkan dan saya beristirahat di Hotel “Ada” jalan Kesatria Watansoppeng.

Besok harinya Rabu 17 April 2013 saya mengikuti acara pelantikan Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Watansoppeng,

saudara Hasanuddin, SH., MH. yang sebelumnya sebagai Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Bulukumba.

Seperti kata pepatah, “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui” kali ini disamping menghadiri acara pelantikan Pak Hasanuddin, sekaligus kunjungan kerja perdana saya ke wilayah ini, untuk bertatap muka dengan segenap aparat Pengadilan Agama Watansoppeng.

Saya mengikuti dengan seksama acara ini, dari awal sampai akhir, acara berjalan lancar dan khidmat, walau hanya sempat menunggu agak lama acara dimulai karena petugas rohaniwan dari Kementerian Agama kabupaten Soppeng terlambat datang.

Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng dalam sambutannya menyampaikan pesan dan harapannya kepada pejabat baru dan pejabat lama , yang dua – duanya mendapat promosi , karena Pak Jamaluddin sebagai Panitera / Sekretaris lama dimutasi sebagai Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Makassar Klas I A, dan Pak Hasanuddin dipromosi dari Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Bulukumba di mutasikan ke Pengadilan Agama Watansoppeng      Klas I B.

Pak Jamal menandakan keindahan dan Pak Hasanuddin, keindahan akan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang. artinya keduanya diharapkan lebih berprestasi lagi dan bekerja lebih baik dan lebih sempurna lagi.

Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng menaruh harapan yang besar kepada Pak Hasanuddin, agar Pengadilan Agama Watansoppeng punya prestasi yang bisa dibanggakan, menurut Pak Razak ( Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng ) jika selama ini beliau belum bisa tampil menerima award / penghargaan sama seperti Pengadilan Agama Lainnya , maka dengan kehadiaran Pak Hasanuddin diharapkan pula Pengadilan Agama Watansoppeng bisa tampil ke depan, kalau perlu lebih baik lagi dari Pengadilan Agama lainnya.

Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng sangat optimis bahwa kedepan Pengadilan Agama Watansoppeng akan lebih maju, mengingat latar belakang Pak Hasanuddin sebagai Panitera / Sekretaris di beberapa Pengadilan Agama sebelumnya ( Jeneponto, Bulukumba ) telah menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Apa pula saat ini Pak Hasanuddin sebagai kandidat Doktor pada Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Di bagian lain Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng mengatakan bahwa dengan mutasi promosi jabatan sebenarnya kita tidak perlu sujud syukur, karena kita belum bekerja / melaksanakan tugas, yang perlu kita syukuri adalah keberhasilan kita melaksanakan tugas sebelumnya. Pernyataan ini beliau kutip dari arahan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Bustanul Arifin, mantan Ketua Muda Agama Mahkamah Agung. dengan demikian inti dari pernyataan ini adalah bagaimana agar kita memahami bahwa jabatan ini adalah bukan rezeki tetapi sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan. jabatan memang bisa mendatangkan rezeki, tetapi yang harus di ingat, ada rezeki yang halal dan ada rezeki yang tidak halal, sehingga dalam melaksanakan amanah , kita dituntut untuk selalu berpegang kepada kejujuran. saya sangat mengapresisasi arahan Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng dalam menyampaikan sambutannya dalam acara ini.

Selesai acara pelantikan dilanjutkan dengan acara tatap muka dengan keluarga besar Pengadilan Agama Watansoppeng. dalam acara tatap muka dengan segenap warga Pengadilan Agama Watansoppeng dan para hadirin lainnya, saya menyampaikan bahwa saya tidak perlu lagi berpanjang lebar menyampaikan pesan dan harapan saya, cukup saya mengambil alih apa yang telah disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, sebagai bagian dari yang tidak terpisahkan dari ceramah saya, karena apa yang beliau sampaikan tadi, sama seperti apa yang ingin saya sampaikan saat ini. artinya apa yang disampaikan Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng sama dengan pendapat dan pandangan saya. hanya sedikit ingin menambahkan bahwa kunjungan kerja ke Pengadilan Agama Watansoppeng sebagai bagian dari tugas saya selaku Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar , yang mewilayahi Pengadilan Agama Se - Sulawesi Selatan dan Barat untuk melakukan pembinaan kepada segenap aparat Pengadilan Agama di wilayah ini, baik tentang teknis Yustisial maupun administrasi Peradilan serta hal – hal yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama. disamping tugas pembinaan , juga tidak kalah pentingnya adalah silaturahmi antara pimpinan dengan yang dipimpin, saling tukar informasi dan saling mengingatkan satu sama lainnya. mengingat tugas kita kedepan akan semakin berat, mengingat perkembangan masyarakat kita semakin kritis, dan memerlukan pemberian pelayanan yang semakin baik.

Dalam kaitannya dengan pelantikan Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Watansoppeng, saya mengingatkan kembali bahwa dalam sistem Peradilan kita, posisi Panitera , mempunyai posisi sebagai unsur pembantu pimpinan yang memiliki tugas Pokok dan fungsi yang sangat penting , unsur yang sangat menentukan atas jalannya proses perkara sejak diperiksa, diputus sampai di selesaikan. demikian pula peranan Penitera sangat penting dalam terwujudnya asas peradilan ( sederhana, cepat, dan biaya ringan ) disamping itu sebagai pejabat Kepaniteraan yang memimpin Kepaniteraan dituntut harus memiliki, dedikasi, integritas, kapabilitas, leadership serta wawasan yang luas, kesemuanya ini menentukan lancar atau tidaknya fungsi Kepaniteraan yang dipimpinnya.

Sebagai Panitera tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa dibantu oleh aparat lainnya, maka dengan demikian diperlukan kerjasama yang harmonis, komunikasi, koordinasi dalam pelaksanaan tugas, serta memahami tugas masing – masing . lebih lanjut saya menyampaikan bahwa kita sebagai aparat Peradilan Agama saat ini sudah jauh lebih maju dibanding masa sebelumnya masa saya dulu, bekerja di Pengadilan Agama pada Tahun 1976 atau 37 tahun yang lalu. dengan kondisi sarana dan prasarana apa adanya, gedung kantor yang menumpang di kantor Departemen Agama Kabupaten, kondisi sumber daya manusia yang tingkat pendidikannya pas – pasan , sehingga kondisi Pengadilan Agama saat itu dipandang bawahan dari Departemen Agama.

Begitu beratnya pekerjaan karena harus mengetik manual, dan gaji yang jauh dari cukup , tetapi dengan semangat perjuangan menegakkan Hukum Islam, maka kita tidak pernah mengeluh apalagi menuntut kesejahteraan.

Keadaan seperti ini sudah jauh berubah, apalagi Peradilan Agama sejak satu atap di bawah Mahkamah Agung, kondisi sarana dan prasarana semakin bagus, gedung kantor yang megah, sumber daya manusia yang rata rata sarjana S.1 bahkan banyak yang sudah S.2 maupun S.3 kemudian tingkat kesejahteraannya yang jauh lebih baik, namun sangat disayangkan karena masih ada rekan – rekan yang belum mensyukuri kondisi seperti ini.

Saya mengingatkan bahwa mari bersama – sama melaksanakan kewajiban sebagai aparat Peradilan Agama, baru kemudian meminta hak. jangan terbalik, lebih banyak menuntut hak – haknya daripada melaksanakan kewajiban. jika ada orang masih seperti ini, sama artinya dengan tidak pandai bersyukur.

Di akhir tatap muka saya menaruh harapan besar kepada rekan – rekan di Pengadilan Agama Watansoppeng agar lebih meningkatkan kinerja, khususnya dalam pelayanan publik ke arah yang semakin baik dari sebelumnya yang sudah baik.

Sebelum meninggalkan Pengadilan Agama Watansoppeng, saya sempat Shalat di Mushollah yang begitu indah dengan arsitektur minimalis yang terletak di halaman samping belakang kantor, dengan taman – taman yang asri menambah keindahannya.

Kota Watansoppeng sebuah Kota yang indah terletak di perbukitan dengan suasana yang aman, nyaman, dan dijuluki nama Kota Latemmamala. ( A. P )