You are here::
 
 

SAFARI RAMADHAN

E-mail Print PDF

Edisi : X

Tanggal : 25/07/2013

 

“ SAFARI RAMADHAN “ ( 1 ) 1434 H

Oleh :

H. Alimin Patawari

  Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

 

Penetapan Pemerintah tentang jatuhnya awal pelaksanaan puasa Ramadhan tahun ini, Rabu tanggal 10 Juli 2013, penetapan di jatuhkan setelah sidang isbat Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama.

 Terlepas dari perbedaan pendapat tentang awal puasa, saya sudah merencanakan kunjungan kerja dalam bulan Ramadhan ke Pengadilan Agama wilayah Sulawesi Barat yang terdiri dari tiga Pengadilan Agama yaitu Mamuju, Majene dan Polewali. oleh karena perjalanan ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan, maka kunjungan ke daerah lazim disebut Safari Ramadhan.

Kunjungan kerja dari tanggal 15 s/d 19 Juli 2013, selama lima hari kerja. perjalanan dimulai hari Senin dengan menumpang pesawat Wings Air menunu Mamuju melalui Bandara Hasanuddin Makassar dengan ditempuh selama kurang lebih 50 Menit.

Dalam kunjungan ini saya bersama Panitera / Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Makassar H. Agus Zainal Mutaqien dan satu orang staf saya saudara Satriawan. Perjalanan dari Bandara Mamuju menuju ke Hotel tempat saya menginap ditempuh kurang lebih juga 40 menit, sehingga saya memutuskan untuk langsung ke Hotel untuk beristirahat karena jam telah menunjukkan pukul 15 : 00 sore.

Pengadilan Agama Mamuju di Sulawesi Barat adalah Pengadilan Agama yang terjauh dari Kota Makassar , yang apabila ditempuh dengan perjalanan darat akan memakan waktu sekitar 12 jam dengan jarak tempuh 443 Km ke arah Utara.

Pukul 18:00 buka Puasa bersama dengan keluarga besar Pengadilan Agama Mamuju, besok harinya selasa baru kegiatan meninjau Kantor Pengadilan Agama Mamuju sekaligus melakukan pembinaan kepada seluruh jajaran Pengadilan Agama Mamuju .

 

Dalam kesempatan ini saya menyampaikan hal yang terkait dengan pembinaan administrasi Peradilan maupun administrasi umum lainnya. kunjungan kerja ke Pengadilan Agama Mamuju walaupun untuk pertama kalinya sejak saya bertugas di Pengadilan Tinggi Agama Makassar, tetapi pemantauan secara tidak langsung baik melalui laporan bulanan, maupun melalui Website khususnya tentang Informasi yang terkait dengan Pengadilan Agama Mamuju selalu saya monitor.

Kunjungan kerja ini juga silaturahmi antara pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Makassar dengan warga Pengadilan Agama Mamuju, dalam rangka saling tukar Informasi, saling mengingatkan antara orang tua dengan anak – anak, sekaligus memantau secara langsung sejauh mana pelaksanaan Tugas pokok dan Fungsi bisa dilaksankan dengan baik , apa kendala dan hambatan yang dihadapi dan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut.

Pada umumnya pelaksanaan Tugas Pokok Pengadilan Agama dalam menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara yang menjadi Kompetensinya telah berjalan sesuai mekanisme dan standar operasional yang telah ditetapkan , hanya saja dalam hal minutasi perkara yang sudah di selesaikan masih banyak yang melewati 14 Hari bahkan terdapat perkara yang diminutasi setelah 82 Hari.

Pemanfaatan SIADPA belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Walaupun gedung Pengadilan Agama nampak sudah standar Prototype, namun dalam penataan ruangan masih perlu difikirkan kembali bagaimana sebaiknya , karena nampaknya para pencari keadilan dengan mudahnya berbaur dengan karyawan aparat Pengadilan Agama dan hal ini sulit dihindari karena kondisi ruangan sempit dan sangat tidak mengizinkan untuk di tata    dengan baik, kondisi seperti ini perlu segera diperbaiki dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada para pencari Keadilan.

Catatan lain yang saya amati , dalam hal kebersihan dan pemeliharaan kantor baik ruangan kerja, maupun halaman masih perlu lebih bersih agar kelihatan indah, rapi dan teratur yang tentunya sangat mempengaruhi kegairahan dalam bekerja ketika ruangan itu ditata dengan indah.

Contoh misalnya ruangan IT yang terisi dengan peralatan peralatan canggih tidak boleh dibiarkan berdebu dan terkesan bercampur dengan barang – barang yang tidak digunakan lagi ( Gudang ). seharusnya ruang IT steril dan jika diperlukan ruangan pakai karpet dan AC yang berfungsi dengan baik. terakhir saya koreksi ruangan Panitera / Sekretaris , yang berfungsi ganda yaitu sebagai ruang kerja dan sebagai ruang menginap.

Hal yang dikemukaan di atas sepintas kekurangan – kekurangan yang perlu di perbaiki dan diharapkan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasinya. Tidak ada masalah, hambatan, kendala yang dihadapi ketika kita secara bersama duduk bermusyawarah mufakat, sebesar apapun hambatan tersebut pasti dapat diselesaikan.

Kebersihan seumpanya, kita secara bersama mengadakan kegiatan bersih – bersih tanpa harus selalu mengharapkan tenaga cleaning service yang ada.

Di akhir pembinaan saya sampaikan agar selalu mengadakan rapat koordinasi bulanan yang membahas sejauh mana pelaksanaan tugas kita sebulan sebelumnya dan bagaimana melaksankan tugas pada bulan berikutnya. adakan evaluasi dimana letaknya masalah yang belum dapat diselesaikan, kemudian notulen rapat tersebut lengkap sebagai dokumen kantor dan pertanggung jawaban pimpinan dalam menata manajemen perkantoran .

Inilah catatan – catatan ringan saya sampaikan kepada warga Pengadilan Agama Mamuju dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik. Tentu dengan harapan agar koreksi yang bersifat konstruktif ini segera bisa ditindak lanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Setelah shalat Dhuhur , saya melanjutkan safari ke Majene dengan diantar oleh Pak Hafid, Hakim Pengadilan Agama Mamuju.

Terima kasih Pak Ketua, Wakil Ketua, para Hakim dan segenap kawan – kawan di Pengadilan Agama Mamuju, selamat bekerja, sukses buat anda semua. ( A. P )