You are here::
 
 

SAFARI RAMADHAN 2

E-mail Print PDF

Edisi : XI

Tanggal : 30/07/2013

 

“ SAFARI RAMADHAN “ ( 2 ) 1434 H

Oleh :

H. Alimin Patawari

  Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

1

Setelah menempuh perjalanan darat kurang lebih tiga jam melewati jalan terjal, tebing, pantai, walau sedikit agak pusing karena jalanan yang berkelak- kelok, akhirnya sampai juga di majene. Karena terasa kelelahan maka langsung istirahat di Hotel Bogor yang terletak di bibir pantai kota Majene yang tidak kurang indahnya darii Hotel Maleo di Mamuju, sama seperti di Mamuju sore harinya diajak buka bersama dengan rekan – rekan warga Pengadilan Agama Majene di rumah ibu Hj. Nailah, Hakim Pengadilan Agama Majene yang lama bersama saya bertugas di Kendari. terasa sekali rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan kita ketika bertemu satu sama lain dengan berbuka bersama, inilah berkah Ramadhan, Alhamdulillah, puji Tuhan.

Keesokan harinya kembali diadakan pertemuan yang bertempat di Pengadilan Agama Majene, pertemuan dipandu oleh Pak Ansharuddin, Wakil Ketua Pengadilan Agama Majene ( yang sampai saat ini Ketua Pengadilan Agama Majene masih kosong ) dengan memperkenalkan para Hakimnya dan pegawai lainnya, setelah itu menyampaikan laporan singkat tentang Pengadilan Agama Majene, baik tentang penyelesaian tugas pokoknya maupun masalah lainnya yang harus disampaikan kepada pimpinan terutama mengenai kendala dan hambatan yang dihadapi dalam tugas sehari – hari. 

2

Selanjutnya mempersilahkan Panitera / Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang menyertai saya menyampaikan pembinaan administrasi, baik administrasi Peradilan maupun administrasi umum lainnya. Intinya antara lain bagaimana manajemen perkantoran dilaksanakan dengan tertib mulai perencanaan,pelaksanaan, pengawasan, evaluasi sebagai bagian yang saling terkait dalam mengelola kantor. begitu pula dengan administrasi Peradilan , mulai penerimaan perkara, pencatatan register, tentang keuangan perkara, pelaporan sampai kepada pengarsipan, disampaikan oleh Pak Panitera / Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang kadang mengkritisi dan meluruskan ketika ditemukan terdapat kesalahan, yang perlu segera dibenahi , seperti terdapat pelaporan data yang kurang valid sehingga terjadi selisih antara laporan manual dengan laporan dalam info perkara sehingga kelihatan ada yang masih merah, demikian pula dengan minutasi perkara yang kadang sudah lewat 14 Hari belum juga selesai padahal dalam laporan sudah dilapor selesai.

Pembinaan selanjutnya dari saya sendiri yang intinya menyampaikan dan mengingatkan kembali tentang Visi dan Misi Mahkamah Agung yang menjadi acuan dari Peradilan di bawahnya termasuk Pengadilan Agama.

Visi Mahkamah Agung dalam rangka terwujudnya Badan Peradilan yang Agung. berdasarkan dengan Visi maka baik Ketua Kamar Peradilan Agama maupun Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama , menetapkan program – program prioritas yang harus dilaksankan sebagai upaya dalam mewujudkan Visi tersebut.

Dalam setiap kesempatan selalu saya menyampaikan apa yang menjadi program prioritas tersebut. Ketua Kamar selalu mengingatkan bagaimana agar peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ( Hakim, Panitera / Jurusita dan Kesekretariatan ) dijadikan prioritas utama, karena dengan sumber daya manusia yang handal maka semua tugas pekerjaan yang menjadi TUPOKSI ( Tugas Pokok dan Fungsi ) lembaga Peradilan bisa terlaksana dengan baik dan benar.

3

dan sebaliknya ketika sumber daya manusianya tidak handal maka bisa dipastikan bahwa tugas pekerjaan tak bisa berjalan dengan baik, dan tidak terlalu banyak gunanya jika hanya sarana gedung, sarana kerja sudah baik tapi SDMnya kurang terampil, SDM yang terampil, berwawasan, berpengalaman, berarti pelayanan publik bisa terwujud dengan baik. upaya untuk peningkatan SDM ini, bisa dengan cara Bimbingan Teknis untuk setiap unit kerja, baik Hakim, maupun pejabat lainnya. Tetapi disamping bimbingan / pembinaan Teknis juga diperlukan penambahan wawasan akademis dengan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. aparat yang Strata Satu ditingkatkan menjadi Strata Dua, dan Strata Dua di tingkatkan menjadi Strata Tiga, khususnya bagi para Hakim.

Mungkin beliau (TUAMARGA) bercanda atau serius bahwa program kegiatan peningkatatan kualitas akademis ini, kita namakan “ Doktorisasi” karena Sarjana yang belum Doktor di pandang belum Sarjana penuh. sebuah tantangan bagi para Hakim karena program S.3 sbenarnya tidak mudah ditempuh , karena baik berkaitan dengan anggaran biaya, maupun tempat / lokasi Perguruan Tinggi yang membuka program ini , hanya ada di kota – kota besar. bagaimana dengan Hakim yang jauh dari Kota besar, tetapi jika ada kemauan pasti ada jalannya, sehingga kita harus punya tekad, dan niat yang kuat untuk mencapai hal tersebut.

Program prioritas yang ke Dua sesudah peningkatan kualitas SDM adalah bagaimana ke depan bisa kita wujudkan putusan yang berkualitas, artinya bahwa saat ini kualitas putusan Pengadilan Agama menurut kacamata beliau harus lebih ditingkatkan. bagaimana meningkatkan kualitas putusan, harus ditunjang dengan wawasan akademis, pengalaman kerja di berbagai tempat / wilayah. Program harus ditindak lanjuti dengan segera baik secara formal maupun secara informal.

 4Program ke Tiga bagaimana para Hakim itu bisa melakukan pembaharuan hukum sesuai dengan kebutuhan zaman. pembaharuan Hukum sangat diperlukan dii sesuaikan dengan kondisi adat istiadat setempat dan dengan pertimbangan rasional, hal ini tentu bisa kita wujudkan jika kita memiliki wawasan akademis dan pengalaman kerja yang baik.

Ketiga hal yang beliau sering sampaikan dalam setiap tatap muka pertemuan dengan para Hakim dimana saja, juga selalu saya komunikasikan dan sosialisaikan di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Makassar, termasuk ketika saya menyampaiakn pembinaan kepada aparat Pengadilan Agama di daerah yang saya kunjungi.

Pada kesempatan itu juga saya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Pengadilan Agama Majene yang membuat semacam Laboratorium SIADPA Plus dengan ruang IT yang cukup bagus sehingga sangat memudahkan melakukan pengawasan / pemantauan baik tentang penelusuran perkara maupun penyampaian laporan ke info perkara Badilag.net   ide ini muncul ketika mereka ke BADILAG beberapa waktu yang lalu. dan saya berharap agar ide untuk membuat Laboratorium mini seperti ini dapat pula di contoh oleh Pengadilan Agama lainnya di Sulawesi Selatan dan Barat.

Selamat kepada tim IT Pengadilan Agama Majene, semoga akan ada lagi ide- ide baru lainnya yang bisa dikembangkan lebih baik lagi pada masa yang akan datang.

 

 5Perjalanan saya lanjutkan ke Pengadilan Agama Polewali dengan diantar oleh Pak Amir, Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Majene, dan akan saya sampaikan pada tulisan bagian ( 3 ) nanti.  ( A. P )