You are here::
 
 

SAFARI RAMADHAN 3

E-mail Print PDF

Edisi : XII

Tanggal : 1 / 8 /2013

 

“ SAFARI RAMADHAN “ ( 3 ) 1434 H

Oleh :

H. Alimin Patawari

  Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar

 

polewali1

Safari saya lanjutkan ke Pengadilan Agama Polewali untuk dua hari kerja yaitu tanggal 17 dan 18 Juli 2013. Sama seperti di Majene saya selalu menyempatkan diri untuk mengamati semua sudut ruangan kerja, baik penataan ruangan sampai kepada kebersihan lingkungannya sebelum saya memberikan pengarahan / pembinaan kepada para pejabat teknis / non teknis pada Pengadilan Agama Polewali . tentu saja saya selalu membanding – bandingkan antara Pengadilan Agama yang satu dengan yang lainnya, dimana masing – masing letak kelebihan dan kekurangannya yang masih perlu perbaikan.

Jika di Pengadilan Agama majene ada semacam laboratorium mini tentang pemanfaatan SIADPA dan penggunaan IT lainnya maka di Pengadilan Agama Polewali belum ada laboratorium mini seperti itu. padahal laboratorium mini tersebut sangat berguna bagi pimpinan untuk memantau setiap saat tentang info perkara.

Tetapi tentu saja Pengadilan Agama Polewali tidak mau ketinggalan , hanya karena belum bisa tertata dengan rapih karena renovasi gedung kantor baru saja selesai dibangun, dan perangkat IT belum terpasang dengan sempurna. Jika beralasan seperti itu tentu sangat bisa dimaklumi karena kenyataannya memang masih pembenahan ruangan yang belum selesai ditata dengan baik.

Hari Rabu 17 Juli 2013, saya diminta untuk meresmikan penggunaan mushollah mungil yang dibangun dengan swadaya aparat karyawan Pengadilan Agama Polewali yang terletak di bagian belakang kantor, yang dirangkaikan dengan acara buka bersama.

polewali2

Ketua Pengadilan Agama Polewali bapak Drs. H. Hasbi Kawu , menyampaikan kepada saya tentang riwayat pembangunan Mushollah tersebut sampai selesai dan meminta agar saya bisa memberi nama Mushollah yang belum mempunyai nama ketika akan diresmikan penggunaannya. alasannya karena sulit menentukan nama karena semua karyawan Pengadilan Agama Polewali mengusulkan nama yang berbeda- beda sehingga sulit untuk memilih satu nama yang disepakati semua, sehingga meminta saya agar memberi nama Mushollah tersebut.  

Tentu saja saya jadi bingung sendiri, karena permintaan Pak Hasbi di sampaikan ketika akan memberi sambutan di atas mimbar, dan tidak ada pemberi tahuan sebelumnya. tetapi saya tidak kehabisan akal, untuk sebuah nama tak sulit tetapi saya meminta waktu beberapa hari untuk mencari nama yang cocok.

Jadilah Mushollah diresmikan tanpa nama, ketika ditanya apa namanya, saya katakan “ untuk sementara namanya Mushollah tanpa nama “ sampai saya temukan nama yang cocok. namun saya lanjutkan bahwa sebenarnya bukan namanya yang penting tetapi manfaatnya sebagai sarana ibadah, baik bagi para karyawan maupun kepada para pencari keadilan. karena tidak ada gunanya hanya nama saja yang baik, modelnya indah mungil, tetapi tidak dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya maka juga tak ada artinya karena memang saat ini sangat diperlukan bagaimana agar pembinaan mental spiritual juga harus lebih ditingkatkan apalagi dibulan suci Ramadhan seperti saat ini.

Besok harinya kamis tanggal 18 Juli 2013 acara dilanjutkan dengan pembinaan / pengarahan tentang tugas pokok dan fungsi kita Lembaga Peradilan dan kembali saya sampaikan program prioritas BADILAG yaitu masih melanjutkan program tahun sebelumnya antara lain :

-          Penyelesaian perkara, manajemen SDM, Pemanfaatan WEB / IT ( SIADPA ) Transparansi putusan, Pengawasan ( Pengaduan ), meja Informasi, pelayanan publik, Justice For All,     ( Prodeo, sidang keliling dan Pos bantuan Hukum ).

Program prioritas ini, bagaimana pelaksanaannya di Pengadilan Agama Polewali , apakah sudah berjalan dengan baik, atau terdapat kendala / hambatan yang belum teratasi.

3

Saya berharap agar penyelesaian perkara dapat dilaksanakan dengan sebaik – baiknya . penyelesaian dalam arti bukan hanya sampai selesai diputuskan, tetapi ketepatan dan kebenaran putusan, kualitas putusan sehingga bisa diterima oleh masyarakat, baik masyarakat pencari keadilan itu sendiri maupun masyarakat akademis.

Penyelesaian perkara memang banyak terkait dengan berbagai faktor, utamanya faktor tenaga teknis yang kurang, baik Hakim maupun Panitera Pengganti belum sebanding dengan volume perkara yang ada. tetapi tenaga teknis bukan hanya kuantitasnya tetapi yang lebih penting adalah kualitasnya sehingga bisa juga mewujudkan putusan yang berkualitas pula. bagaimana agar penyelesaian perkara lebih cepat, tidak terlalu sulit, bisa diatasi ketika kita mengimplementasikan SIADPA dengan baik dan penggunaan Teknologi Informasi yang canggih oleh segenap unit kerja yang ada, mulai dari Jurusita, Panitera Pengganti, dan para Hakim.

Dan ini bisa dilaksankan jika ada komitmen bersama untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas. sasaran utama kita, bagaiamana agar pelayanan publik bisa diwujudkan sehingga masyarakat kita merasakan manfaat keberadaan kita dalam memberikan pelayanan kepada mereka.

Satu hal yang menarik perhatian saya pad Pengadilan Agama Polewali adalah pelaksanaan sidang keliling tentang perkara isbat nikah yang bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat yang patut di contoh oleh Pengadilan Agama lainnya, pelaksanaan sidang isbat nikah seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, khususnya tentang syarat untuk memperoleh akta kelahiran untuk anak – anaknya. disamping mendekatkan sidang Pengadilan dengan masyarakat khususnya bagi mereka yang bertempat tinggal jauh dari ibukota kabupaten juga telah meringankan biaya dan penyelesaiannya lebih cepat, apalagi biaya perkara ditanggung oleh pemerintah daerah dalam APBD. kerjasama antara Pengadilan Agama dengan Pemerintah Daerah dalam hal pembiayaan ini, untuk tahun 2013 ini saja diperkirakan sekitar 800 perkara

4Saya sangat mengapresiasi Pengadilan Agama Polewali dalam masalah ini, karena mungkin satu – satunya Pengadilan Agama se Sulawesi Selatan dan Barat yang melaksanakan kegiatan seperti dengan kerjasama Pemerintah Daerah dalam membantu masyarakat memperoleh Akta Nikah.

Perjalanan Safari Ramadhan belum berkahir di sini, karena masih akan melanjutkan perjalanan ke Pengadilan Agama Sidrap, bisa ditempuh hanya kurang lebih satu jam. ( A. P )