You are here::
 
 

BAHASA SANTUN DALAM ALQURAN

E-mail Print PDF

BAHASA SANTUN DALAM ALQURAN
H.M. JUZMI HAKIM
(Pengurus Daerah IPHPPA Sulawesi Selatan dan Barat)

 

I.    PENDAHULUAN

Saya merasa geli ketika membaca artikel Pak Andi Saiful Islam Thahir tanggal 2 November 2016 yang berjudul ‘Bahasa Santun’ karena saya berada dalam rombongan menuju ke Pengadilan Agama Maros tersebut, saya juga mengenal baik pejabat teras PTA yang dimaksud dan pegawai yang bergelar ‘gurutta’ itu.
Namun Pak Andi tidak membahas segi keluguan dan kelucuannya, melainkan dari segi substansi pemakaian istilah ‘gurutta’ yang mulai marak digunkakan dalam bahasa tulisan. Saya yakin teman-teman dari kalangan Pengadilan Agama tidak akan memasukkan inisal G dan AG itu dalam putusan maupun dalam Berita Acara. Betul, itu bahasa lisan.

II.    MAULID NABI BESAR MUHAMMAD saw.
Teman-teman dari Pengadilan Agama Maros sungguh-sungguh telah mempersiapkan pelaksanaan acara peringatan Maulid ini dengan apik dan rapi. Pernak-pernik acara peringatan Maulid secara tradisional mengingatkan saya akan peringatan Maulid di kampung. Betapa semaraknya semasa kanak-kanak menyaksikan telur berwarna-warni digantungkan pada batang pisang yang sudah dibersihkan. Dan ketika rombongan akan kembali ke Makassar, masing-masing dititipi ember plastik besar berisi masakan ketan, daging ayam, dan telur hias. Terimakasih PA Maros, jazakumullahu khairan.
Apa Makna perhelatan yang seronok itu? Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. diutus untuk menggembirakan umatnya (mubasysyiran) dan memberi peringatan (naziran). Umatnya yang patuh melaksanakan ibadah akan mendapat imbalan berupa surga kenikmatan dilayani oleh anak muda dan bidadari yang kecantikannya laksana mutiara yang terpelihara (lu’luul maknun) dan kehalusan kulitnya seperti telur  rebus yang telah dikupas kulitnya,  Surah Alwaaqia’h (surat ke-56) selanjutnya mencantumkan hidangan yang disajikan berupa lahmi thairin (daging burung / ayam pilihan) di bawah naungan pohon bidara yang tidak berduri (sidrim makhdhud). Terus masih ada yang lain, yakni maain maskub (air yang tercurah) dan jaakihatin katsiirah (buah-buahan yang banyak/bermacam-macam) tidak terputus dan tidak terlarang. Kenikmatan yang lain lagi, ada fasilitas berupa jurusyim marfua’h (kasur tebal) yang dijaga oleh mahluk ciptaan Allah yang khusus ‘malolo pulaana’: (abkaaran). Cukup, masya Allah.
Kita berbicara tentang isi Surah Alwaqia’h yang bermakna hari kiamat. Ketika Nabi saw. ditanya kapan terjadinya, Beliau menjawab tidaklah yang ditanyai lebih tahu dari yang bertanya. Namun beliau sering mengingatkan tentang kiamat kecil yang pasti menimpa setiap makhluk bernyawa. Ketika tulisan ini ditorehkan kita baru saja kehilangan tiga tokoh yang banyak jasanya di bidang pembangunan Peradilan Agama yakni Pak H.M. Amin Harunarrasyid (Makassar) dan Pak H.M. Nasir Pomalingo (Gorontalo) serta Pak K.H. Abdurahhaman K. (mantan Kakawanwil Kementrian Agama Prov. Sulsel, wafat malam Jumat tanggal 20 Januari 2017. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiun).
III.    USTAZ MAULANA, OH JAMAAH.
Ruangan pertemuan di Pengadilan Agama Maros didesain oleh kru televisi. Setengah jam sebelum acara dimulai kami termasuk Pak KPTA sudah diatur rapi duduk bersila berdesakan dalam ruangan bertabir kain berwarna hijau. Pengap, maklum ini siaran tayang. Kami jadi artis dadakan.
Ustaz Maulana memulai ceramahnya dengan gayanya yang khas. Beliau menyinggung tentang peranan Peradilan Agama dalam pembinaan keluarga sakinah dan fungsi mediasi dalam melayani kasus sengketa rumah tangga. Nabi Muhammad saw. pun tidak luput dari berbagai kemelut dalam kehidupan rumah tangga beliau, namun dapat mengatasinya dengan penuh kasih sayang.
Ustaz Maulana selanjutnya menyinggung tentang peranan hakim dalam menangani perkara, Qaadhi fil jannah wa qaadhiyani  fiinnar. Bagi saya istilah qaadhi tidaklah untuk hakim saja, melainkan termasuk polisi, jaksa, dan penguasa. Masing-masing akan mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakannya.

IV.    SOPPENG, SODOM DAN GOMORRAH
Bulan Januari ini dibahas tentang pelaksanaan pestifal waria di Watansoppeng yakni kegiatan hura-hura yang dipelopori oleh manusia berwatak campuran, wanita berpenampilan pria atau sebaliknya pria berbusana wanita. Alquranul Karim sudah menyajikan kepada kita kisah tentang umat Nabi Luth, a.s. yang dijungkirbalikkan dan ditimpuki batu sijjil, hingga musnah hancur lebur pada subuh hari. Kampung keponakan Nabi Ibrahim itu bernama Sadom atau Sodom.
Apa kabar bagi tuan qaadhi di Soppeng? Malam hari sangat dekat dengan subuh. Oh Soppeng yang cantik.

V.    BAHASA SANTUN DALAM ALQURAN
Prof. Dr. H. Quraisy Syihab dalam Tasfir Almisbah mencamtumkan enam prinsip bahasa Alquran:
1.    Qaulan Sadiidaa, bahasa yang benar, terbebas dari rekayasa bahasa, seperti tercantum dalam Surah Annisaa, ayat 9.
2.    Qaulam Baliigaa, ucapan yang maknanya dapat mengungkapkan apa yang dikehendaki, membekas dalam jiwa, seperti tercantum dalam Surah Annisaa, ayat 63.
3.    Qaulam Maisuuraa, ucapan yang pantas dan proporsional, seperti tercantum dalam Surah Al-israa, ayat 28.
4.    Qaulal Layyinaa, ucapan yang lemah lembut, seperti tercantum dalan Surah Thaaha, ayat 44.
5.    Qaulan Kariimaa, kata-kata yang mulia, tidak agitatif dan tidak merendahkan objek, serta mampu mengakomodasi semua yang telah disampaikan, seperti tercantum dalam Surah Al-israa, ayat 23.
6.    Qaulam Ma’ruufaa, kata-kata yang bijak, mampu memberikan konsepsi pengertian yang sempurna, seperti tercantum dalam Surah Al-ahzab. Ayat 32.
Saya pikir bahwa wacana dan dialog yang tercantum dalam artikel Pak Andi tidak terlepas dari keenam prinsip bahasa dalam Alquran itu. Wallahu  a’lam.

VI.    PENUTUP
Saya menutup tulisan ini dengan ucapan selamat bergabung bagi teman-teman yang baru saja memasuki masa purnabhakti. Kita segera memasuki suasana dan dunia baru. Dari situasi serius dan kerja keras ke suasana santai namun berpikir keras. Banyak hal yang tidak terduga menganga dan siap menerkam bila kita kurang waspada. Kita sebut saja prahara purnabhakti. Mudah-mudahan Allah swt. Tetap memberikan petunjuk dan perlindungan-Nya kepada kita semua. Amin ya rabbal alamin.